

Ragi induk kami, dimulai dari dapur kecil nenek pada tahun 1952, adalah jantung dari setiap roti yang kami panggang. Dipelihara dengan cermat setiap tengah malam, ia menjadi saksi bisu setiap fajar selama tiga generasi, membawa rasa otentik yang tak tergantikan.
Dari meja kayu jati yang sederhana hingga toko roti lingkungan yang hangat, kisah ragi ini adalah kisah keluarga Flour & Bloom. Setiap adonan yang kami bentuk adalah warisan, setiap kerak yang renyah adalah kenangan yang terus kami bagi.
Ragi induk dipelihara tengah malam agar kerak roti pecah sempurna di kala subuh.
Filosofi ini mengalir dalam setiap adonan yang kami sentuh, sebuah janji kesabaran dan dedikasi pada rasa sejati yang hanya bisa dicapai melalui proses slow proofing semalam suntuk.






Seni Memanggang Kami
Lihatlah lebih dekat proses kami yang penuh dedikasi, mulai dari adonan yang bertabur tepung di tangan hingga roti yang baru keluar dari oven, siap untuk Anda nikmati kehangatannya.


